WFH dan Tetap Profesional

Kali ini kita akan membahas tentang WFH dan Tetap Profesional ya.

Kita semua yang tinggal dan bekerja pada kota besar semisal Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang , dll bahkan beberapa kota semisal Malang dan Probolinggo juga sudah mendapat peringatan bahwa wabah Corona. Dan ini berdampak kepada cara kita semua bekerja. Beberapa kota besar, semisal Jakarta dan Surabaya mengalami perubahan besar-besaran

Di jakarta, mulai  April 2020  diterapkan PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar ), dan di Surabaya, meski TIDAK menerapkan PSBB, namun pemerintah kota Surabaya telah menutup beberapa jalan utama, semisal JL Darmo dan JL Tunjungan sejak awal April 2020. Dua jalan ini adalah jalan utama yang menjadi urat nadi di Surabaya.

Akibatnya banyak perusahaan menerapkan bekerja dari rumah alias WFH ( Work From Home ). Bahkan di Jakarta karean berstatus PSBB, maka menerapkan pelaksanaan yang melibatkan penegak hukum dalam rangka memaksa WFH ini

Tindakan Yang Diambil Dalam Masa WFH

Pada umumnya mengambil jalan menyikapi WFH sebagai berikut :

  1. Menerapkan masuk bergantian , semacam “jadwal piket”. Misal untuk urusan keuangan hari selasa dan Rabu, untuk urusan pemasaran dan penjualan Senin dan Kamis, dsb
  2. Ada juga yang memilih mempergunakan teknologi tele-conferencing dan video-conferencing, semisal Microsoft Teams. Kebetulan juga Microsoft sebagai penyedia teknologi dunia menyediakan solusi Microsoft Teams. Dan ini sangat direkomendasikan karena banyak badan dunia semisal NASA  dan bahkan Pentagon juga mepergunakannya ( Microsoft Teams )
  3. Mengkombinasikan dua pilihan diatas

Isu Yang Terjadi

Isu utama yang dihadapi adalah , banyak manajemen perusahaan tidak siap. Bahkan di Jakarta yang merupakan Ibu Kota, mempersiapkan WFH untuk semau perusahaan dan karyawan dalam waktu singkat menimbulkan beragam hal, baik yang harus dialami oleh karyawan, ataupun manajemen perusahaan.

  • Koneksi internet dan jalur telekomunikasi.  Yang jelas, salah satu pegawai kami pun kesulitan untuk memasang jalur dedicated internet dirumahnya. Bukan karena diluar jangkauan, namun karena melonjaknya permintaan sambungan dalam waktu kurang dari seminggu mencapai 3 – 4 kali lipat
  • Membiasakan diri untuk WFH. Budaya profesional kita , masih merujuk pada berangkat ke kantor, bukan bekerja di rumah seperti yang terjadi pada beberapa MNC ( Multi National Company ) dan beberapa negara di LN
  • Beragam sistem dan perangkat lunak yang kurang mendukung. Pun sudah banyak yang mempunyai sistem terkomputerisasi, tapi karena budaya kita selalu ke kantor, akibatnya banyak sistem yang tidak mendukung WFH . Semua kertas kerja, bukti pembayaran, dsb masih tercetak dan dikirim ke kantor untuk mendapatkan persetujuan

Teknologi Yang Membantu

Dengan aplikasi berbasis SaaS dan siap untuk diakses dengan beragam perangkat , baik lewat web browser, tablet dan bahkan ponsel , semua pihak tetap bisa bekerja secara WFH ( Work From Home ) serta menyelesaikan semua kewajibannya tanpa ada batasan ruang pun dengan koneksi mengandalkan tethering dari ponsel atau modem, tanpa harus berlangganan dedicated internet connection . Sehingga hambatan Koneksi Internet dan jalur telekomunikasi bisa diatasi dengan cepat tanpa harus menunggu provider tertentu.

Contoh aplikasi yang kami gunakan seperti Acumatica Cloud ERP. Jadi bagaimana nih artikel kita tentang WFH dan tetap profesional? Menarik?

Ada ide topik artikel lainnya? Yuk diinfokan ke saya ya, melalui tautan linkedin nama saya dibawah.

WFH dan Tetap Profesional

Salam

Airlangga

Artikel saya yang lain: Video Conferencing dan Tele-Presence



3 Comments

Leave a Reply

fourteen − seven =