Belajar Membuat Donut Chart di Tableau

Belajar Membuat Donut Chart di Tableau

 

 

Blog Tentang Tableau

Selamat datang diblog Sun Artha. Blog ini membahas berbagai tips sederhana bagi Anda yang sedang menggunakan Tableau maupun yang masih belajar menggunakannya.

Jangan lupa mampir diseries belajar membuat Chart dan Viz di Tableau sebelumnya disini ya:

Belajar Membuat Lollipop Chart di Tableau

Belajar Membuat Donut Chart di Tableau

Siapkan terlebih dahulu aplikasi Tableau Anda dengan membuka workbook baru. Karena masih terlihat kosong, maka kita klik Connect to Data untuk mengimport data.

Belum mempunyai aplikasi Tableau? Santai, saya berikan linknya dibawah ini untuk free-trial selama 14 hari.

Download Tableau Free Trial

Sumber data yang kita gunakan kali ini adalah Sample – Superstore yang merupakan sampel data dari Tableau, kenapa kita gunakan data yang ada, supaya mudah aja penjelasan dan kualitas datanya.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara pembuatan Donut Chart, perlu diketahui bahwa Donut Chart dibuat dari Pie Chart yang sudah jadi.

Oleh karena itu, kita harus membuat sebuah Pie Chart terlebih dahulu.

Kita lanjutkan ya.

Tahapan Membuat Pie Chart

Pertama-tama, kita tentukan dulu chart type yaitu Pie. Caranya, pada bagian drop down field “Marks”, kita pilih “Pie”.

Dalam pembuatan Pie Chart, kita membutuhkan sebuah data sebagai indikator pembeda/pembanding, contohnya kita bisa menggunakan field “Category”. Drag field “Category” ke bagian “Color” dalam Marks seperti pada gambar berikut.

Pie Chart yang baru terbentuk ini terdiri dari 3 slice berdasarkan Category. Selanjutnya, kita memerlukan measure yang membedakan besarnya wilayah setiap slice Category. Kita bisa gunakan measure “Sales”.

Drag measureSales” ke bagian “Size” dan “Label” dalam Marks, sehingga bentuk pie chart mirip seperti gambar di bawah :

Kita sudah berhasil membuat Pie Chart. Tahap selanjutnya adalah mengembangkan Pie Chart menjadi Donut Chart.

 

Belajar Membuat Donut Chart di Tableau – Setelah Pie Chartnya Jadi

Drag field “Number of Records” ke dalam shelf “Rows” kemudian ubah default aggregation dari “Sum” menjadi “Minimum”.

Lakukan hal ini sekali lagi dengan cara drag “Number of Records” ke dalam shelf “Rows” di sebelah “Number of Records” pertama, kemudian ubah default aggregation nya menjadi “Minimum”.

Tampilan sheet akan seperti gambar di bawah :

Note : Selain menggunakan field “Number of Records”, kita juga bisa membuat Calculated Field baru bernilai 1. Selebihnya tahap-tahapnya tetap sama.

Selanjutnya klik kanan pada field “Number of Records” yang ke-2 pada shelf “Rows” dan pilih “Dual Axis”. Hal ini akan menumpuk kedua Pie Chart.

Perhatikan bahwa kita sekarang memiliki 2 cards bernama “MIN(Number of Records)” dan “MIN(Number of Records) (2)” di bagian Marks.

 

Tarik Nafas dahulu ya, Semoga Tahapannya tidak ada yang terlewat

Pada card “MIN(Number of Records) (2)”, hapus semua field “Category” maupun “Sales” hingga cardnya kosong. Lihat gambar berikut :

Masih di card yang sama yaitu “Min(Number of Records) (2)” , klik “Size” kemudian sesuaikan ukurannya agar lebih kecil dibanding dengan Pie Chart nya. Klik “Color” untuk memilih warna yang sama seperti warna background (pada kasus ini yaitu putih).

Jika ingin membesarkan ukuran Pie Chart, maka pada card “Min(Number of Records)” yang pertama klik “Size” kemudian sesuaikan dengan ukuran yang diinginkan. Jangan lupa untuk menyesuaikan juga bentuk lingkaran di tengah pada card “Min(Number of Records) (2)” layaknya menyerupai donut.

Di tahap terakhir, rapikan tampilan sheet dengan cara klik kanan pada setiap axis kemudian de-select bagian “Show Header”.

Jika berhasil mengikuti langkah-langkahnya dari awal sampai akhir, maka tampilan Donut Chart akan seperti berikut ini :

Bagaimana, apakah berhasil?

Mudah bukan?

Pasti mudah ya.

 

Johanna

Selain itu, Anda bisa mampir diblog kami yang lain seperti:

Pilih Uang atau Mentor



2 Comments

Leave a Reply

3 × 1 =