ERP Manufaktur Indonesia

ERP Manufaktur Indonesia

ERP Manufaktur
ERP Manufaktur

Industri Manufaktur

Siapa yang tidak mengenal daerah-daerah pusatnya kegiatan produksi barang di Indonesia?

Ok, tahu kawasan industri pulogadung? Bagaimana dengan Jababeka dan MM2100?

Mungkin masih banyak lagi bahkan hampir ditiap kota besar di Indonesia.

Industri manufaktur di Indonesia merupakan salah satu industri yang terus diupayakan pertumbuhannya.

Kenapa?

Karena dengan semakin meningkatnya pelaku industri ini, saya yakin makin banyak tenaga kerja yang terserap.

Pada ujungnya rangking pemerintahan akan semakin membaik karena mengurangi pengangguran.

Sebelum saya melanjutkan tulisan ini, ada baiknya Anda mampir ke tulisan saya yang lain disini: Implementasi Cloud ERP

Tipikal Pelaku Manufaktur

Menariknya, tipikal pelaku manufaktur terbagi menjadi 3 menurut saya.

Yang pertama, memang sejak berdiri sudah dipersiapkan untuk besar kegiatan produksinya.

Ciri-cirinya apa yang seperti ini?

Semua kapasitas produksi, lokasi pabrik, manajemen mutu, dan standar operasi serta prosedurnya sudah siap.

Tipe seperti ini yang biasanya dikelola oleh profesional dan ada turut campur manajemen dari asing.

Tidak selamanya yang bersifat asing jelek ya.

 

Kedua. Tipe pelaku manufaktur yang membesar secara cepat karena momentum yang ada.

Nah, ciri-ciri yang biasanya saya temukan saat bertemu dengan para pelaku manufaktur ini antara lain:

Kapasitas pabrik yang terus ditambah. Biasanya belum ada grand desain untuk kedepan. Dinamis.

 

Ketiga. Tipe pelaku manufaktur yang ketiga itu saya temukan dihampir level usaha kecil menengah.

Dimana ciri-ciri yang jelas terlihat adalah home industry. Ya, dikerjakan dari rumah.

Dengan banyak bantuan dari tetangga sekitar.

Memproduksi secara sederhana dan kurangnya sentuhan teknologi.

 

ERP Manufaktur Indonesia

Lalu pertanyaannya, dari ketiga tipikal pelaku manufaktur diatas, yang mana menurut Anda sudah siap menggunakan ERP?

Kali ini saya mau memberikan info menarik bagi Anda yang suka melakukan analisa data, sekarang ada tools yang mudah digunakan dan saya kasi Anda 14 hari gratis untuk mencoba, tertarik? Download disini.

Lanjut ya.

Menurut saya. Yang sangat membutuhkan adalah yang tipe kedua.

Tipe pertama pasti sudah disiapkan sebelum kegiatan produksi dimulai.

Tetapi yang sangat membutuhkan adalah tipe yang kedua.

Kenapa?

Karena seiring dengan tumbuhnya perusahaan, manajemen secara langsung harus tahu kondisi bisnis.

Saya sudah pernah berbagi mengenai beberapa fitur modul manufaktur yang ada di ERP pada tulisan berikut: Modul Manufaktur

Mudah-mudahan sharing kali ini menarik ya.

Salam,

 

Daru

Tertarik untuk membahas tentang ERP yang fokus dikegiatan manufaktur? Berkenalan dengan saya via Linkedin atau hubungi tim saya, Mba Euis dinomor whatsaap 081586902500 atau ask@sunartha.co.id. 



2 Comments

Leave a Reply

16 + 9 =