Kenapa Startup Gagal

Kenapa Startup Gagal

Kenapa Startup Gagal
Kenapa Startup Gagal. Pic source: Forbes.com

 

Kenapa Startup Gagal

Gagal. Satu kata yang membuat kita langsung menghela nafas.

Diingatkan kembali saat Anda mengalami kegagalan dalam hidup ini. Sama, saya juga pernah gagal kok.

Memori ketika dahulu tidak bisa masuk ke tempat pendidikan yang saya inginkan. 

Ketika bisnis yang saya luncurkan akhirnya tutup dengan suksesnya. 

Dan beberapa kenangan yang lain menyertai. Tentunya tidak semanis es kopi kenangan mantan ya, maaf kalau membuat Anda jadi ingin pesan sambil menemani bacaan kali ini.

Startup istilah yang booming bagi usaha rintisan, yang seringkali disebutkan bagi anak-anak mahasiswa yang mempunyai cita-cita untuk mendirikan dan membesarkannya. 

Merupakan suatu fase yang seringkali mengalami kegagalan. Seperti gambar infografis diatas, diambil dari data Forbes, betul apa adanya.

Dan ketika saya melihatnya kembali, eh betul juga ya. Kalau kegagalan yang saya alami itu termasuk dari top 5 yang dialami juga oleh teman-teman saya seperjuangan lainnya dalam memulai bisnis.

Mungkin kita harus samakan saja ya, apapun bisnisnya, berbasiskan teknologi maupun tidak, ternyata alasannya kurang lebih sama. 

Bagaimana Mempersiapkan Bisnis Anda

Lalu, pertanyaannya, bagi Anda yang ingin memulai bisnis rintisan ini, apa yang harus dipersiapkan? Betul tidak?

Kuncinya adalah Anda dan tim Anda tentunya harus mempunyai jawaban dari tantangan yang membuat bisnis Anda akan gulung tikar. 

Seperti pertanyaan pertama, alasan klasik, ide Anda terlalu hebat dimana belum tentu ada market atau orang yang ingin menggunakannya. 

Seringkali saya juga menemukan hal ini saat diskusi dengan teman-teman saya. Bahkan kadang saya juga kepikiran akan buka ide bisnis ini, tapi setelah direnungkan dan dianalisa kembali, eh idenya nda valid ternyata.

Jadi banyak-banyak survei ke calon pengguna Anda ya. Apakah memang layak kita jalankan atau hanya ide sesaat dan nice to have saja. 

Poin kedua juga hal yang menarik, kehabisan uang. 

Betapa pentingnya untuk mengelola keuangan usaha Anda. 

Mungkin Anda bisa mendapatkan pendanaan awal untuk bisnis Anda. Misalkan dari keluarga, tabungan sendiri saat bekerja, patungan dengan teman-teman, tapi semuanya itu tidak akan ada gunanya kalau habis sebelum produk atau jasa menghasilkan uang.

Kalau saya pribadi, saya lebih senang kalau saya diajakin partner atau relasi untuk membuat bisnis dimana dia sudah memiliki potensial buyer atau eksisting customer yang akan membelinya daripada buka tanpa ada kepastian penjualan. Setujukah Anda?

Poin ketiga yang tidak kalah pentingnya (dan ternyata saya juga punya kendala disini) adalah tim yang ideal.

Human Capital bagi perusahaan jasa it’s like everything. Kerjaan sudah dapat, produk yang cocok, tapi kalau tidak ada yang mengerjakan sama saja tidak akan jadi bisnis.

Disinilah kunci yang harus dipersiapkan berikutnya. Kemampuan untuk mengelola tim dan mengembangkan tim itu ibarat skills manajemen yang harus dilatih. 

Lengkapi dengan Tools bagi Manajemen

Tentu saja, masih banyak poin-poin menarik untuk kita bahas berikutnya, tapi kita sudahi dulu ya, nanti malahan saya curhat lagi.

Tapi saya beneran lho butuh partner untuk membantu saya untuk in charge managing our team. 

So, bagi Anda yang punya experience dibidang ini, apalagi terkait IT Industry please contact me ya, let’s have a coffee together and discuss what’s the possibility to grow together.

Bagi Anda juga yang tertarik untuk membantu saya scale up bisnis kami, Sunartha dimana Anda memiliki knowledge to run bisnis dengan turnover more than 1 mio USD per annum, bisa hubungi saya juga ya.

Maybe we can bring this baby grow 5x in value in 3-5 year ahead. 

Jadi, let me know ya. 

Eh sebelumnya, saya ingin berbagi tips, bagi teman-teman yang sudah menjalankan bisnis dan butuh tools menarik untuk manajemen bisnis Anda, saya akan bagikan yang saya gunakan ya untuk monitoring bisnis Saya.

Cloud ERP: Acumatica

Menurut saya salah satu faktor yang harus saya monitoring adalah jalannya operasional bisnis dan keuangan. Untuk keuangan saya percayakan pada Acumatica.

Dahulu saya start with Accounting software juga kok, seperti Accurate. Dan saya akhirnya upgrade karena saya butuh beberapa modul dan faktor kemudahan untuk analisa data-data yang tim saya miliki. 

BI and Analytics: Tableau

Setelah data keuangan dan operasional masuk, saatnya menggunakan BI Tableau untuk melakukan analisa.

Saya jadi tahu untuk memfokuskan pada produk atau jasa mana yang akan mendatangkan bisnis kedepannya. Berapa besaran penawaran dan status conversionnya.

Kalau saya bikin sesi sharing, kira-kira ada yang tertarik? Kontak Mba Euis, tim saya ya dinomor whatsapp berikut 0815 8690 2500 

Project Monitoring: Monday.com

Last but not least, saya mempercayakan monday untuk monitoring aktivitas tim saya untuk sharing result dan task.

Tools kekinian ini sangat user friendly menurut saya. Dan saat itu juga saya bisa respon dari handphone dan saat mobile. 

Saya akan berbagi tools lainnya ya dibacaan berikutnya. Untuk mendukung saya terus menulis, baca juga ya tulisan saya dibawah ini. 

WeWork dan Bisnis Kedepan

ERP Manufacturing Indonesia

Salam,

Daru



2 Comments

Leave a Reply

8 + 14 =