Tips Membuat Visualisasi Data yang Efektif

Tips Membuat Visualisasi Data yang Efektif

Visualisasi Data yang Efektif
©pexels.com/@fauxels

Ketika akan membuat visualisasi data, seringkali mencoba beberapa chart atau diagram, bahkan tidak jarang ragu menentukan chart mana yang sesuai dengan data. Benar kan?

Pada tulisan kami kali ini, akan membahas mengenai tips membuat visualisasi data yang efektif.

Dengan tips ini, kamu akan lebih luwes dan dapat mempersingkat waktu dalam membuat visualisasi data pada Tableau.

Mari simak pembahasan berikut ini.

 

Membuat Visualisasi Data yang Efektif

Dilansir dari halaman Tableau, terdapat 6 cara untuk membuat visualisasi data agar lebih efektif.

Sebelum melakukan visualisasi data, terdapat beberapa pertanyaan yang perlu kamu ketahui untuk memudahkan kamu membuat visualisasi data, diantaranya adalah:

  • Siapa audiens dari visualisasi data yang kamu buat?
  • Masalah atau pertanyaan apa yang audiens ajukan
  • Jawaban atau solusi seperti apa yang dapat diberikan terhadap masalah yang ada?
  • Apa yang sebenarnya ingin disampaikan kepada audiens?
  • Pertanyaan lain yang dapat menginspirasi visualisasi atau percakapan seperti apa yang akan dihasilkan?

Setelah pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat kamu jawab, kamu sudah bisa memulai membuat visualisasi data.

 

Ikuti 6 langkah tips di bawah ini, untuk membuat visualisasi data mu lebih efektif:

1. Pilih diagram dan grafik yang tepat dalam memvisualisasikan sebuah data

Sebuah dashboard tidak akan cukup untuk meletakkan seluruh visualisasi data yang ada, maka perlu mempertimbangkan jenis format yang tepat untuk memvisualisasikan data, baik untuk menceritakan sebuah kondisi atau menjawab inti masalah yang dihasilkan dari data sebagai tujuan utama visualisasi.

Terkadang menggabungkan beberapa chart atau diagram yang berhubungan dapat sangat membantu, hal tersebut dapat mendorong eksplorasi lebih dalam.

Format seperti apa yang digunakan untuk visualisasi data pada umumnya?

1. Bar chart efektif dalam membandingkan kategori pada satu ukuran dan merupakan bentuk visualisasi paling umum.

Visualisasi Data yang Efektif
©tableau.com/barchar

 

2. Bullet chart digunakan untuk menunjukkan sebuah progres terhadap target dengan membandingkan antar measures.

Visualisasi Data yang Efektif
©help.tableau.com/bulletchart

 

3. Line graph menghubungkan beberapa titik data yang bersifat diskrit, merepresentasikan data tersebut sebagai sebuah data yang berubah secara kontinu.

Visualisasi Data yang Efektif
©help.tableau.com/linechart

 

4. Histograms dan box plots menunjukkan dimana sebuah data di-kluster dan dapat membandingkan antar kategori.

Histograms
©help.tableau.com/histograms

 

5. Maps diperuntukkan untuk menunjukkan visualisasi spesifik dari lokasi untuk membantu eksplorasi geografis.

Visualisasi Data yang Efektif
©help.tableau.com/maps

Artikel terkait: Tutorial Membuat Visualisasi Data Geospasial

 

6. Pie chart sangat berguna untuk menambahkan detail dari visualisasi dari diagram yang lain, tetapi kurang efektif sebagai visualisasi yang berdiri sendiri.

©tableau.com/unsualpiechart

 

2. Gunakan pola yang dapat diprediksi sebagai sebuah layout

Manusia merupakan makhluk visual yang dimana mata manusia cenderung tertuju pada indikator yang memberikan informasi secara sekilas. Jika indikator atau polanya tidak jelas, maka sulit bagi manusia untuk menangkap informasi dari visualisasi tersebut. Adanya kecenderungan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat pola dan format yang masuk akal dalam memvisualisasikan data entah itu dalam bentuk angka, abjad, atau urutan.

Contoh sederhananya adalah membuat layout dari kiri ke kanan menyesuaikan urutan cara membaca tulisan alfabet pada umumnya. Selain itu, gunakan urutan yang konsisten sehingga audiens tidak mudah tersesat ketika membaca grafik.

 

3. Sampaikan makna dari data secara cepat menggunakan isyarat warna

Warna dapat menyampaikan begitu banyak makna daripada sebuah kalimat. Tetapi terdapat kesulitan dalam menggunakan warna untuk tetap sederhana dan efektif. Terlalu banyak warna dapat menyulitkan analisa, sementara menggunakan terlalu sedikit warna menyebabkan data tercampur.

Gunakan warna intuitif yang masuk akal bagi audiens sehingga informasi dapat diproses lebih cepat. Salah satu contoh penggunaan warna adalah pada data suhu, yakni penggunaan warna biru untuk dingin dan merah untuk panas.

 

4. Gabungkan petunjuk konteksual menggunakan bentuk dan desain

Penggunaan konteks dapat membantu dalam menguraikan informasi pada pandangan pertama visualisasi. Subjek yang ditunjukkan dengan gambar atau bentuk dapat menceritakan kisah yang menarik kepada audiens.

Contohnya adalah visualisasi mengenai kepunahan hewan di suatu daerah yang divisualisasikan dengan siluet masing-masing hewan beserta visualisasi lokasinya dalam bentuk maps. Hal tersebut lebih efektif sebagai visualisasi daripada menggunakan teks dan bar chart.

 

5. Gunakan ukuran sebagai cara strategis untuk memvisualisasikan data

Ukuran dapat membantu penekanan makna terhadap informasi dan menambahkan petunjuk kontekstual. Misalnya pada visualisasi kepunahan hewan, ukuran hewan yang lebih besar menunjukkan hewan yang paling rawan untuk mengalami kepunahan.

Penggunaan ukuran untuk menunjukkan sebuah nilai juga berfungsi baik dalam visualisasi menggunakan peta. Contohnya adalah besar kecil dari sebuah titik yang menunjukkan titik rawan gempa. Semakin besar ukuran titik, maka pada daerah tersebut sering terjadi gempa.

 

6. Aplikasikan tulisan atau teks secara jelas dan berhati-hati

Penggunaan teks dapat meningkatkan detail dari visualisasi karena mengangdalkan diagram dan grafik saja tidak cukup, meskipun penggunaan teks dapat mengganggu jika terlalu banyak dan tidak diatur posisinya. Meskipun visualisasi data diperuntukkan untuk mengolah data menjadi pola dan gambar, menerapkan teks dapat membuat perbedaan besar.

 

4 Tips untuk Membantu Mengubah Visualisasi Menjadi Lebih Baik:

  • Tempatkan tampilan terpenting pada bagian atas atau pojok kiri atas karena mata manusia biasanya pertama kali tertuju pada area tersebut.
  • Batasi jumlah visualisasi yang ditampilkan antara 3 sampai 4 karena terlalu banyak visualisasi dapat menghilangkan gambaran besarnya.
  • Jika terdapat beberapa filter dalam visualisasi, kelompokkan dalam satu tempat. Garis tepi tipis memberikan petunjuk visual bahwa mereka berbagi fitur.
  • Interaktivitas dapat membuat perbedaan antara visualisasi yang sangat membingungkan dan analisis tingkat tinggi. Diperlukan menceritakan kondisi, mendorong eksplorasi, dan pastikan audiens terlibat dalam interaktivitas tersebut.

 

Belajar Tableau dan Membuat Visualisasi Data yang Efektif

Dari penjelasan di atas mengenai tips membuat visualisasi data yang efektif pada Tableau, sudah cukup jelas kah?

Sekarang mulai terapkan rangkaian tips tersebut dan buat visualisasi data mu. 

Ingin lebih memahami dan menguasai Tableu? Kami memiliki sesi Training Tableau, bagi level pemula hingga profesional. Tertarik upgare skill untuk bisa menganalisa Data? Bisa hubungi Mba Euis, tim kami di nomor Whatsapp berikut 0815 8690 2499. 

Bisa juga join grup Telegram Komunitas Tableau pada link berikut https://t.me/komunitastableau untuk diskusi ataupun bertanya mengenai seputar Tableau.

 Terima kasih telah membaca tulisan ini sampai selesai. 

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba Tableau.

 

Artikel ini ditulis oleh  Rommy Novryandi Anwar.

 

Baca juga artikel Sunartha yang menarik lainnya

Kolaborasi dan Manajemen Proyek dalam Satu Aplikasi

Tips Analisa Bisnis dengan Cepat dan Tepat

Data Driven vs Data Informed



1 Comment

Leave a Reply

sixteen − six =