Contoh Penerapan ERP pada Perusahaan Manufaktur

Contoh Penerapan ERP pada Perusahaan Manufaktur

Contoh Penerapan ERP pada Perusahaan Manufaktur
Contoh Penerapan ERP pada Perusahaan Manufaktur

Perusahaan Manufaktur

Banyak tipe perusahaan manufaktur atau berbasiskan produksi di Indonesia.

Pernah saya menjalankan perusahaan seperti ini sebelumnya. Kegiatan produksinya lebih ke jenis produk makanan ringan.

Banyak tantangan yang harus dihadapi. Tidak hanya mengenai operasinal produksi. Mengelola sumberdaya manusia. Perencanaan produksi dan masih banyak lagi. Sama dengan Anda juga bukan yang memiliki bisnis yang sama.

Menarik dan menyenangkan apabila kita berbagi mengenai hal ini dengan sesama pelaku usaha.

 

Contoh Penerapan ERP pada Perusahaan Manufaktur

Ok, bagaimana contoh penerapan Enterprise Resources Planning pada perusahaan manufaktur? Kali ini kita bahas untuk perusahaan manufaktur berbasiskan chemicals ya. Saya tidak menyebutkan nama perusahaannya karena kami terikat dengan Non Disclosure Agreement (perjanjian kerahasiaan data). Tetapi untuk contohnya, bisa saya bagikan yang tidak spesifik ke bisnis proses yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

Industri berbasis kimia, mempunyai keunikan pencampuran istilahnya blending. Dalam salah satu prosesnya biasanya ada kegiatan pencampuran. Dari beberapa bahan baku, berupa bahan kimia juga, dicampurkan menjadi 1 produk antara. Misalkan contoh sederhananya adalah pestisida. Beberapa bahan kimia dicampurkan menjadi satu, menjadi 1 bahan kimia campuran.

Pencampuran tersebut biasanya mempunyai formulasi, yang biasa diistilahkan Bill Of Material (atau disingkat BOM). Didalam tiap BOM tersebut, biasanya sudah terdiri dari berapa banyak jumlah material yang dibutuhkan dan berapa Rupiah nilai bahan tersebut. Saya ambil contoh sederhana pestisida tadi.

Misalkan ada material A dengan kebutuhan 0,8 liter dengan nilai 1000 Rupiah per liter dicampurkan dengan 0,2 liter dengan nilai 5000 Rupiah per liter. Secara langsung, sistem akan mengambil data tersebut dan melakukan kalkulasi untuk membuat 1 liter berarti harga pokok materialnya sudah didapat.

Perhitungannya 0,8 liter dikali 1000 Rupiah dan 0,2 liter dikalikan 5000 Rupiah. Tetapi untuk kegiatan produksi tidak hanya biaya material saja yang dihitung kan? Harus menghitung biaya-biaya lainnya seperti biaya tenaga kerja, biaya kemasan, biaya penyusutan mesin dan banyak komponen variabel lainnya.

Sebelum dilanjutkan, tolong mampir ditautan kami lainnya seperti Software ERP di Indonesia dan Marketing atau Sales Dulu. Terimakasih ya.

 

Kesimpulan

Bagaimana menurut Anda? Rumit atau tidak contoh penerapan ERP pada perusahaan manufaktur? Kalau menurut kami, rumit itu tandanya Anda belajar mengenai hal yang baru saja kok.

Sama dengannya rumit membuat laporan dalam bentuk visual, sekarang tidak lagi dengan adanya Tableau yang tautannya bisa Anda klik dan download untuk dapatkan trial 14 hari secara gratis lho.

Tetapi kalau ingin lebih paham cara penggunaannya, bisa hubungi Mba Euis di nomor Whatsapp berikut 0815 8690 2500  untuk tahu jadwal training Tableau maupun ingin diskusi tentang proses manufaktur di ERP seperti Acumatica.

Artikel lainnya dari kami yang dapat membantu Anda Cloud Computing dan Cloud ERP

Selain itu artikel baru lainnya bagaimana Cloud ERP dapat membantu bisnis Distribusi dapat Anda baca disini: Keuntungan Cloud ERP bagi Perusahaan Distribusi

Salam,

 

Daru

Bagi Anda fresh Grad yang tertarik ingin bekerja dibidang ERP, BI dan solusi manajemen terbaru, bisa email ke hrd@sunartha.co.id untuk drop CV Anda disana. Saat ini kami sedang membuka program development untuk tim baru. Atau apply langsung di web careers kami. 



2 Comments

Leave a Reply

two + 7 =