Serupa tapi Tak Sama, Ini Dia Perbedaan Analisis dan Visualisasi Data

Serupa tapi Tak Sama, Ini Dia Perbedaan Analisis dan Visualisasi Data

Banyak yang menganggap bahwa analisis dan visualisasi adalah sama. Jika dilihat sekilas, keduanya memang tampak serupa. Namun, sebenarnya keduanya memiliki perbedaan. Masing-masing merupakan tahapan yang terpisah dalam pengolahan data. Untuk memudahkan Anda mengenali perbedaan antara visualisasi dengan analisis data, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu visualisasi data?

Visualisasi data merupakan sebuah tahapan dalam pengolahan data yang berhubungan dengan penyajian data. Melalui tahap visualisasi ini, data akan lebih mudah dibaca dan dipahami oleh audiens. Sebab, penggunaan visual lebih mudah diproses otak manusia dibanding data yang disajikan dalam bentuk teks. Data yang disampaikan dalam bentuk visual (gambar, foto atau infografis) juga cenderung membekas lebih lama dalam memori otak.

Apa itu analisis data?

Sementara itu, analisis data adalah proses untuk mengevaluasi data yang sudah didapatkan. Dengan begitu, data mentah yang didapat bisa menjadi informasi yang bermanfaat. Bagi perusahaan, informasi tersebut kemudian bisa dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan kelangsungan kegiatan usaha.

Baca juga: Pentingnya Analisis Data Penjualan dalam Meningkatkan Revenue Perusahaan

Perbedaan analisis dan visualisasi data

Lalu, apa perbedaan di antara keduanya? Untuk memudahkan Anda mengenali perbedaan tersebut, berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan:

Kegunaan

Jika dilihat dari kegunaannya, keduanya sangat berbeda. Analisis dilakukan agar data mentah tidak hanya bisa dibaca, tapi juga menghasilkan informasi yang bermanfaat. Sedangkan visualisasi dilakukan agar proses pembacaan data menjadi lebih mudah dan tidak menghabiskan banyak waktu.

Manfaat

Dari segi manfaat pun keduanya berbeda. Manfaat analisis data adalah untuk menyortir data mentah. Dengan melakukan analisis data, maka bisa diketahui mana data yang diperlukan dan tidak. Selain itu, proses analisis juga akan membantu Anda untuk mendapatkan kesimpulan yang benar-benar mencerminkan kondisi sesungguhnya.

Di sisi lain, visualisasi memberikan manfaat bagi pihak audiens yang membaca data. Adanya visualisasi akan memudahkan mereka membaca data yang Anda sajikan. Dengan begitu, kesalahan penafsiran data bisa diminimalisir dan keputusan yang diambil setelah pembacaan data pun bisa tepat sasaran.

Baca juga: Data Visualization, Membuat Data Rumit Jadi Lebih Mudah Dimengerti

Teknik yang digunakan

Anda juga bisa membedakan analisis dan visualisasi dari teknik yang digunakan. Untuk melakukan analisis data, Anda memerlukan metode khusus terkait pendalaman data. Dengan begitu, Anda bisa menemukan pola khusus yang terdapat dalam data.

Sedangkan visualisasi data menggunakan desain grafis untuk membentuk tampilan yang interaktif berupa tabel, bagan, grafik, dan sejenisnya. Mulanya, data mentah yang didapat dikelola terlebih dulu. Kemudian, data “diterjemahkan” menjadi bentuk-bentuk yang lebih mudah dipahami.

Hubungan antara analisis dan visualisasi data

Kedua proses ini merupakan bagian yang penting dalam pengolahan data. Jika Anda melewatkan keduanya, data yang diperoleh hanya akan menjadi data mentah dan tidak bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan.

Keduanya bahkan bisa menjadi tahapan yang saling berhubungan. Misalnya, setelah melalui analisis, agar data lebih mudah dipahami maka dibuatlah visualisasinya. Meski begitu, tidak berarti analisis selalu dilakukan sebelum visualisasi. Pada beberapa kasus, justru bisa terjadi sebaliknya, visualisasi mendahului analisis.

Pentingnya melakukan analisis dan visualisasi

Mengapa analisis dan visualisasi penting dalam pengolahan data? Jawabannya tak jauh-jauh dari pembacaan data itu sendiri. Proses analisis memberikan makna dan konteks yang sesuai kepada data mentah. Dengan begitu, data tidak lagi berupa deretan angka dan huruf saja, tapi bisa menjadi informasi yang berguna.

Sedangkan, visualisasi dilakukan untuk memudahkan pembacaan. Terlebih jika pihak yang membaca data Anda adalah awam dan tidak familiar dengan proses pengolahan data. Melakukan visualisasi akan sangat memudahkan Anda saat harus mempresentasikan temuan penelitian dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

Baca juga: Ramal Masa Depan Bisnis dengan Teknik Forecasting

Dari sini, bisa disimpulkan bahwa analisis dan visualisasi data adalah dua hal yang berbeda. Meski begitu, keduanya saling berkaitan dan membantu dalam proses pembacaan data. Anda ingin temuan Anda lebih mudah dipahami oleh audiens? Maka gunakan visualisasi. Kini Anda bisa membuatnya lebih mudah jika menggunakan Tableau, aplikasi untuk mengubah data Anda menjadi visual. Klik di sini untuk free trial Tableau selama 14 hari!



Leave a Reply

1 × 3 =