Data Visualization, Membuat Data Rumit Jadi Lebih Mudah Dimengerti

Data Visualization, Membuat Data Rumit Jadi Lebih Mudah Dimengerti

Data Visualization, Membuat yang Rumit Jadi lebih Mudah

Pernah dengar soal data visualization? Pada dasarnya, data visualization adalah data berupa teks yang diterjemahkan menjadi data visual. Saat ini, banyak perusahaan yang menerapkan format ini dalam pelaporan bisnis, terutama ketika laporan tersebut harus dipresentasikan kepada pihak eksternal perusahaan. Mengapa data visualization diterapkan di perusahaan? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu data visualization?

Data visualization sendiri berarti data dalam tampilan berupa visual atau grafis. Perubahan ini dimaksudkan agar data lebih mudah dipahami oleh audiens. Saat data mudah dipahami, maka pengambilan keputusan yang berkaitan dengan data pun bisa lebih cepat dilakukan.

Maka, tidak mengherankan lagi jika data visualization digunakan dalam pemaparan atau presentasi laporan bisnis. Selain lebih mudah dipahami, data visual juga lebih menarik sehingga audiens bisa tetap fokus pada pemaparan laporan.

Pentingnya data visualization untuk kemajuan bisnis

Mengapa data visualization penting dalam bisnis? Dalam poin sebelumnya, disebutkan bahwa data dalam tampilan visual sering digunakan perusahaan untuk pemaparan laporan bisnis mereka. Salah satunya adalah saat pemaparan laporan kepada stakeholder atau investor perusahaan.

Visualisasi data akan memudahkan para stakeholders atau investor untuk memahami kondisi perusahaan. Tampilan grafis juga lebih cepat dibaca dibandingkan data dalam format tulisan. Selain itu, data berupa tulisan juga rentan misinterpretasi karena salah dalam pembacaan. Pembaca juga cenderung mudah merasa lelah karena pembacaan data dalam format teks perlu konsentrasi tinggi.

Berbagai tipe data visualization

Penerapan visualisasi data sangatlah variatif, karena sebab inilah bentuk visualisasi ada banyak jenisnya. Berikut adalah beberapa tipe data visualization yang banyak digunakan perusahaan:

Temporal

Tipe temporal ini merupakan visualisasi data yang paling umum digunakan. Biasanya, temporal digunakan untuk menampilkan rangkaian data. Namun, data yang digunakan dalam tipe temporal hanyalah data linear atau data yang dimensinya masih sama.

Untuk mengenali visualisasi temporal tidaklah sulit. Ada ciri khas yang bisa langsung Anda kenali, yaitu penggunaan garis. Sebuah garis mewakili satu data, kemudian diikuti beberapa garis lain yang mewakili data lain yang masih linear dengan data pertama. Seperti apa contoh visualisasi temporal? Anda bisa menemukannya dalam diagram format scatter plot atau timeline.

Hierarki

Tipe data visualization selanjutnya adalah hierarki. Jika temporal digunakan untuk menyajikan data yang sifatnya masih linear, hierarki menampilkan data yang saling berhubungan. Misalnya data elemen SDM perusahaan mulai dari jajaran direksi dan kepala divisi. Selain itu, hierarki juga kerap menunjukkan hubungan sebab-akibat antar beberapa kelompok data. Contoh penerapan visualisasi hierarki adalah diagram pohon.

Multidimensi

Pada visualisasi temporal, data yang digunakan adalah data linear. Lalu, bagaimana jika Anda ingin menyajikan data yang tidak linear atau terdiri atas beberapa variabel sekaligus? Jawabannya adalah visualisasi multidimensi. Seperti namanya, visualisasi ini menampilkan data yang punya banyak dimensi atau variabel.

Tampilan visualisasi multidimensi biasanya sangat mencolok dengan penggunaan banyak warna. Sebab, data yang ditampilkan memiliki banyak variabel. Perbedaan warna menunjukkan perbedaan variabel tersebut. Seperti apa contoh visualisasi multidimensi? Ada diagram pie chart serta stacked-bar.

Network

Berikutnya ada visualisasi data network. Apa itu visualisasi network? Sama seperti hierarki, visualisasi network menyajikan kumpulan data (dataset) yang saling terkait. Hanya saja, dalam visualisasi network posisi datanya sejajar, tidak ada yang lebih tinggi maupun lebih rendah. Contoh visualisasi network adalah word cloud.

Geospasial

Terakhir ada data visualization geospasial. Format geospasial ini menyajikan data visual yang mewakili bentuk suatu benda. Di perusahaan, geospasial biasanya dipakai untuk menampilkan data yang berkaitan dengan sebuah wilayah, misalnya data penjualan di Kota Jakarta atau bisa juga digunakan untuk melaporkan peta pertumbuhan bisnis. Salah satu penerapan visualisasi geospasial adalah kartograf dan heatmap dalam peta cuaca.

Tableau, software data visualization yang bisa bantu sajikan data bisnis Anda

Sering merasa kesulitan saat harus menyajikan data visual? Anda tidak perlu khawatir karena sekarang sudah ada Tableau, software yang dirancang khusus untuk data visualization. Dengan Tableau, visualisasi data bisa dilakukan dengan mudah dan tidak makan banyak waktu, cocok bagi Anda yang sedang mengembangkan usaha.

Tableau juga menawarkan fitur integrasi dengan beragam informasi bisnis untuk meningkatkan kualitas laporan dan data analisis Anda. Kini Anda bisa mendapatkan software Tableau melalui Sunartha. Bahkan saat ini tersedia layanan free trial selama 14 hari. Hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai Tableau!

 

Artikel menarik Sunartha lainnya:

Pentingnya Analisis Data Penjualan dalam Meningkatkan Revenue Perusahaan

Business Intelligence Tools Terbaik: Mengenal Tableau

Cara Menggunakan Ask Data pada Tableau



1 Comment

Leave a Reply

sixteen + 9 =