Apa Itu Forecasting: Pengertian, Fungsi, dan Metode dalam Bisnis

Apa Itu Forecasting: Pengertian, Fungsi, dan Metode dalam Bisnis

Istilah forecasting tidaklah asing di dunia bisnis. Hal ini berkaitan dengan aktivitas memperkirakan situasi masa depan sehingga bisnis dapat mengambil langkah yang tepat untuk menghadapinya. Salah satu contohnya adalah memperkirakan jumlah produk yang perlu diproduksi pada waktu-waktu khusus seperti Natal, lebaran, atau tahun baru. Untuk memahami lebih jauh soal apa itu forecasting, simak penjelasannya berikut ini!

Apa itu forecasting?

Forecasting adalah sebuah metode yang digunakan untuk melakukan pengendalian dan perencanaan produksi dengan tujuan agar dapat menghadapi ketidakpastian di masa depan. Dengan forecasting, pelaku usaha dapat memperkirakan jumlah permintaan produk di masa-masa tertentu. Hal ini tentu mencegah kebingungan pelaku usaha dalam menentukan jumlah produk yang harus diproduksi.

Sebagai contoh, jika memproduksi terlalu banyak produk, dikhawatirkan akan merugi. Sebaliknya, jika diproduksi terlalu sedikit, dikhawatirkan mengecewakan konsumen karena Anda tak mampu memenuhi permintaan yang membeludak.

Forecasting dilakukan dengan melihat data-data penjualan yang telah terangkum sebelumnya. Mengetahui dan menerapkan apa itu forecasting tidak hanya penting bagi pelaku usaha atau bisnis dalam lingkup besar, melainkan juga bagi pelaku usaha kecil.

Mengapa forecasting penting dalam bisnis?

Sebuah usaha atau bisnis akan sulit berkembang dengan maksimal jika tidak memiliki perencanaan yang matang. Oleh karena itu, memprediksi kejadian bisnis masa depan perlu dilakukan, salah satunya adalah dengan menggunakan metode forecasting. Setelah mengetahui apa itu forecasting, berikut ini manfaat forecasting yang penting Anda ketahui.

    • Bantu prediksi masa depan bisnis

Melakukan prediksi dan perencanaan terkait jumlah produksi bukan hanya memengaruhi keberhasilan penjualan, melainkan juga masa depan bisnis. Perencanaan-perencanaan lainnya pun, baik dalam jangka waktu pendek maupun panjang, sangat bergantung pada peramalan penjualan atau forecasting. Dengan begitu, manajemen terkait arah bisnis ke depannya akan memiliki gambaran yang lebih jelas. Hal ini juga akan berdampak pada penentuan target pasar yang tepat sehingga pelaku usaha dapat meraup keuntungan yang besar.

    • Memperkirakan kebutuhan keuangan

Jika sudah memprediksi jumlah produksi yang dibutuhkan, perusahaan atau pelaku usaha secara otomatis dapat memperkirakan berapa banyak biaya yang perlu dikeluarkan. Hal ini tentu bisa menghindari pengeluaran biaya yang tidak tepat sehingga kondisi keuangan bisa lebih stabil dan terjaga dengan baik. Selain itu, dengan adanya forecasting dan perkiraan yang tepat, perusahaan juga bisa memprediksi apakah perlu perekrutan karyawan baru atau tidak.

    • Mendukung pengambilan keputusan

Sebagian besar pelaku usaha menghadapi beragam potensi ketidakpastian, seperti perubahan harga baku hingga adanya kenaikan dan penurunan penjualan. Oleh karena itu, forecasting sangat diandalkan sebagai dasar keputusan manajemen. Apa itu forecasting menyumbang banyak informasi yang dibutuhkan oleh seorang manajer untuk pengambilan keputusan masa depan perusahaan.

    • Memenuhi kepuasan konsumen

Adanya perkiraan, prediksi, dan target yang tepat tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, melainkan juga konsumen. Perusahaan mendapatkan gambaran yang tepat terkait permintan barang di masa depan. Oleh karena itu, selain menyiapkan jumlah produksi, perusahaan/pelaku usaha juga perlu menyiapkan kualitas dan menentukan target pasar yang tepat guna memenuhi kepuasan konsumen.

Apa saja metode forecasting?

Forecasting biasanya diterapkan melalui dua metode, yakni metode forecasting kuantitatif dan metode forecasting kualitatif. Berikut masing-masing penjelasannya.

    • Metode forecasting kuantitatif

Dalam metode ini, forecasting menggunakan riset pasar, opini dari eksekutif (para manajer), dan prediksi dari tenaga penjualan di daerah masing-masing. Biasanya, metode forecasting kuantitatif sifatnya lebih subjektif daripada metode kualitatif. Hal ini karena dipengaruhi oleh latar belakang dari seseorang atau penilai, seperti intuisi, pendidikan, emosi, dan lain-lain.

    • Metode forecasting kualitatif

Sementara itu, metode forecasting kualitatif biasanya mengandalkan data-data masa lampau suatu variabel atau kesalahan di masa lalu, serta mengandalkan data-data yang saling berkaitan dan dianggap berpengaruh untuk memprediksi bisnis di masa depan. Oleh karena itu, metode forecasting kualitatif ini terbilang objektif. 

Kini, Anda sudah tahu apa itu forecasting dan berbagai manfaatnya. Menggunakan forecasting demi kemajuan bisnis sangatlah diperlukan. Memilih metode dan fitur yang tepat menjadi salah satu kuncinya. Aktivitas forecasting bisnis akan lebih mudah jika Anda menggunakan software yang dirancang khusus untuk visualisasi data, seperti yang disediakan Tableau.

Software Tableau ini dirancang khusus untuk memudahkan para pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas laporan dan data analisisnya. Tentu akan lebih mudah dan meningkatkan efisiensi waktu. Rasakan sendiri manfaat Tableau dalam membantu proses forecasting dengan menggunakan layanan free trial selama 14 hari. Hubungi tim Sunartha untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai Tableau!

 

Artikel Menarik Sunartha Lainnya:

Pentingnya Analisis Data Penjualan dalam Meningkatkan Revenue Perusahaan

Ramal Masa Depan Bisnis dengan Teknik Forecasting

Mengapa Mengolah Data Perusahaan itu Penting?



Leave a Reply

five × 3 =