PPIC dan Penerapannya pada Sistem ERP

PPIC dan Penerapannya pada Sistem ERP

PPIC dan Penerapannya pada Sistem ERP
©https://www.pexels.com/id-id/@kateryna-babaieva

Dalam industri manufaktur, PPIC merupakan proses yang selalu dilakukan pada setiap kegiatan produksi.

PPIC merupakan singkatan dari Production Planning and Inventory Control dari definisinya, PPIC memiliki 2 peran yaitu perencanaan produksi dan mengendalikan persediaan.

Secara umum PPIC memiliki fungsi untuk merencanakan dan mengendalikan rangkaian proses produksi (manufaktur) agar berjalan sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan.

Juga, mengendalikan jumlah inventory atau mengontrol stok persediaan bahan baku yang akan diproduksi menjadi suatu produk atau barang jadi sesuai dengan kebutuhan pasar yang ada.

Di dalam sebuah perusahaan atau organisasi, departemen PPIC bekerja secara berdampingan dengan beberapa departemen, salah satunya adalah tim marketing.

Tim marketing memiliki forecast dan estimasi berapa produk yang akan dijual ke customer sehingga PPIC memiliki gambaran berapa jumlah produk yang harus diproduksi dan persediaan stock barang agar jumlahnya bisa selalu sesuai dengan permintaan pasar.

Selain dengan tim marketing, PPIC juga bekerjasama dengan tim produksi di mana PPIC bertanggungjawab untuk memberikan suatu rencana produksi dan persediaan bahan baku. Hal ini bertujuan agar tim produksi dapat membuat produk dengan jumlah dan kualitas sesuai rencana.

Baca juga: Contoh Penerapan ERP Pada Perusahaan Manufaktur

 

Tugas dari PPIC

Pada umumnya, tugas sebagai bagian dari tim PPIC (Production Planning and Inventory Control) yaitu sebagai berikut:

1. Memastikan Bahan atau Barang Jadi Tersedia

PPIC harus memastikan barang yang sudah jadi tersedia tepat waktu dan sesuai dengan permintaan dari tim marketing. Sehingga, produk yang siap dipasarkan sudah tepat dan akurat.

2. Meninjau Prediksi Data atau Forecast dari Marketing

PPIC secara rutin akan mendapatkan data forecast atau prediksi penjualan berdasarkan data dari tim marketing yang nantinya patut ditinjau tim PPIC. Dari data forecast tersebut, tim PPIC dapat merencanakan proses produksi yang akan dilakukan. Hal ini bertujuan agar barang yang sudah diproduksi memiliki kualitas maupun kuantitas yang sesuai standar.

3. Menghitung dan Memastikan Kebutuhan Produksi

Tim PPIC juga bertugas menghitung berbagai hal terkait keperluan produksi seperti material yang dibutuhkan oleh proses produksi. Semua kebutuhan mulai dari proses produksi hingga bahan jadi harus diperhitungkan dengan baik dan memastikan bahwa semua material yang dibutuhkan terpenuhi.

4. Memastikan Kualitas Produk

Salah satu bagian dari tim PPIC, yaitu staff QC bertanggungjawab untuk melakukan quality control sebelum barang dikirim. Hal ini untuk memastikan barang yang telah jadi dan siap didistribusikan terjamin kualitas produknya.

5. Menjadwal Proses Produksi

Penting untuk tim PPIC, memastikan bahwa proses produksi berjalan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan sebelumnya.

Baca juga: Kelebihan Sistem Informasi Manajemen dengan ERP

 

PPIC dan Penerapannya pada Sistem ERP

Salah satu manfaat dari adanya PPIC adalah pengelolaan investasi asset perusahaan yang akan lebih tepat guna, efisiensi biaya labour, hingga meningkatkan Return on Assets (ROA) manajemen perusahaan.

Bagaimana caranya agar semua dapat berjalan dengan baik dan manfaat PPIC dapat tercapai secara optimal?

Saat ini, transformasi teknologi digital bukan lagi sebuah pilihan tetapi keharusan. Pebisnis manufaktur akan kesulitan untuk memaksimalkan gerak kerja PPIC jika masih menggunakan metode dan cara-cara konvensional.

Lakukan otomatisasi sistem pencatatan terintegrasi dengan memanfaatkan sistem ERP.

PPIC dan Penerapannya pada Sistem ERP, dengan sistem ERP seluruh proses akan diintegrasikan ke dalam satu sistem pusat, sehingga tidak perlu lagi menggunakan sistem yang berbeda-beda di setiap prosesnya.

5 manfaat utama bagi PPIC dengan menggunakan sistem ERP, yaitu:

1. Analisa prediksi permintaan dan kebutuhan barang jadi lebih akurat;

2. Laporan terkait persediaan produk dan proses produksi dapat dimonitor dengan lebih mudah;

3. Penjadwalan siklus produksi dan pemeliharaan mesin dapat dilakukan secara otomatis;

4. Pengaturan pemesanan barang kepada supplier dapat dilakukan secara otomatis;

5. Pengaturan sistem peringatan apabila stock terlalu rendah.

Sistem ERP merupakan solusi terkini untuk memudahkan aktivitas operasional PPIC atau department lain dalam menjalankan kegiatannya.

Tertarik menerapkan sistem ERP pada bisnis Anda?

Sunartha merupakan Gold Partner Acumatica Cloud ERP di Indonesia. Acumatica sendiri merupakan ERP Leader dengan pengguna tertinggi dalam ranking penilai ERP Value Matrix yang diselegarakan oleh Nucleus Research.

Silahkan berdiskusi dengan tim kami sesuai kebutuhan Anda, karena kami tau setiap bisnis memiliki business process yang unik. Hubungi Mba Euis, melalui whatsapp di 081586902499.

 

Terima kasih telah membaca tulisan ini hingga selesai. Semoga bermanfaat.

 

Baca juga artikel Sunartha yang menarik lainnya:

Business Intelligence Tools Terbaik: Tableau

Perlukah Competitive Analysis?

Mengenal Modul ERP yang Cocok untuk Bisnis Anda



Leave a Reply

7 + 3 =